Semangat Berbagi Ilmu Menjadikan Supergirls Keren ini Sukses di Bidang Open Hardware

Limor Fried
Limor Fried

Berbicara tentang ngoprek hardware memang identik dengan dunianya kaum pria. Padahal tidak sedikit kaum hawa yang tertarik belajar seluk-beluk elektronika. Walaupun secara rasio jumlah mahasiswi (khususnya di Indonesia) masih kalah banyak dengan populasi mahasiswa, namun tidak sedikit dari mereka yang sukses menekuni karir atau mempunyai bisnis yang melejit di bidang koding program dan solder menyolder ini.

Sebagai bahan inspirasi, di pagi yang cerah wal sumringah ini, penulis akan membeberkan figur-figur supergirls yang sukses dan diakui dunia dibidang elektronika. Baiklah, mari kita mulai satu persatu…

#1 Rebecca Stern (Becky Stern)

Becky Stern adalah seorang seniman Amerika yang tinggal di New York City. Hasil karyanya adalah  dengan gabungan antara elektronika , kerajinan-kerajinan tekstil dan fashion melalui penggunaan teknologi physical computing seperti arduino, 3D printing dan e-textiles. Lahir di Florida dan tumbuh besar di Ashford, Connecticut, Becky mendapatkan gelar Sarjana Seni Rupa dalam Desain dan Teknologi dari Sekolah Desain Parsons pada tahun 2007 dan memperlajari interaksi desain dan seni patung pada program pasca sarjana di Arizona State University. Ia kembali ke New York pada tahun 2009 tanpa menyelesaikan program pasca sarjana-nya.

Sejak tahun 2007 sampai dengan 2012 Becky menjadi seorang blogger dan senior video producer untuk majalah MAKE dan CRAFT. Disana Becky membuat tutorial-tutorial dan video tentang kerajinan dan menanamkan rangkaian elektronik pada pakaian dan peralatan rumah tangga.
Dari tahun 2012 sampai dengan 15 Februari 2016 Becky menjabat sebagai direktur Wearable Electronics di Adafruit Industries.

#2 Ayah Bdeir

Ayah Bdeir lahir di Montreak, Quebec Kanada pada tahun 1982 adalah seorang pendiri dan CEO dari sebuah perusahaan bernama littleBits. LittleBits mengembangkan library open source untuk elektronika modular yang dirangkai dengan cara menempelkan magnet. Modul-modul ini ditujukan untuk keperluan entertainment dan pendidikan. LittleBits yang berbasis di New York telah mendapatkan pendanaan dari beberapa investor seperti True Ventures, Foundry Group, dan Two Sigma.

Bdeir yang mendapatkan gelar master di bidang sains-nya dari MIT media Lab tersebut juga bermaksud mempermudah orang-orang yang ingin menjadi seorang kreator dan maker dengan platform open hardware littleBits miliknya. Pada bulan April 2009, littleBits dipamerkan pada MakerFaire Bay Area dan mendapat lebih dari 20 penghargaan. Pada tahun 2011, Museum of Modern Art memasukkan littleBits sebagai salah satu koleksi desainnya. Bdeir dikenal pula sebagai pelopor pergerakan Maker dan Internet of Things (IoT).

#3 Limor Fried
Siapa yang tak kenal Adafruit? Startup bidang open source hardware telah lama dikenal oleh kalangan makers dan electronics freaks. Limor Fried adalah sosok dibelakang kesuksesan Adafruit. Fried yang mendapatkan gelar sarjana dan master di bidang teknik elektro dan komputer sains dari MIT tersebut mendirikan Adafruit pada tahun 2015 di dalam kamar asramanya. Perusahaan tersebut mendesain dan menjual kit-kit elektronik opensource, komponen dan tools, terutama untuk market hobbyst. Pada tahun 2010 perusahaan ini mempunyai delapan orang karyawan dan telah memasarkan senilai lebih dari USD3.000.000 produk, sebuah nilai yang fantastis !

Pada tahun 2009 Fried meraih penghargaan Pioneer Award dari Electronic Frontier Foundation untuk partisipasinya dalam komunitas hardware dan software open source. Selain itu Fried mendapatkan penghargaan sebagai Wanita yang Paling Berpengaruh dalam bidang Teknologi versi majalah Fast Company dan menjadi engineer wanita pertama yang menghiasi sampul majalah Wired.

Dalam wawancaranya dengan dengan CNET, Fried mengatakan “ Jika ada sesuatu yang aku ingin lihat dari hal ini adalah beberapa orang anak-anak yang berkata pada diri mereka sendiri “Aku bisa melakukannya” dan kemudian mereka memulai perjalanan hidupnya menjadi seorang engineer dan enterpreneur”. Limor dianugerahi “Enterpreneur of the Year” pada 2012 oleh majalah Enterpreneur dan telah menyisihkan 15 finalis lainnya yang semuanya kaum pria.

Bagaimana…? Apakah wanita Indonesia dapat mampu berkarya di bidang teknologi juga?  Bukan hal yang mustahil untuk dapat mewujudkannya.

Referensi : wikipedia

2 thoughts on “Semangat Berbagi Ilmu Menjadikan Supergirls Keren ini Sukses di Bidang Open Hardware”

  1. Wah, jadi nambah wawasan lagi dah. Tertanya banyak wanita-wanita hebat juga yang mampu sukses di bidang yang kebanyakan dikerjakan laki-laki. Saya yakin wanita-wanita Indonesia juga pasti bisa.

    Terima kasih mas indra sudah berbagi. Ditunggu tulisan-tulisan keren selanjutnya. Niche blognya menurut saya keren banget.

    Salam kenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *