Pernak-pernik Menarik Tentang Level Crossing Berikut Bonus mp3 Warning Tones-nya

level-crossing-65779_960_720
Kalau anda (khususnya warga kota-kota besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung , Surabaya atau beberapa tempat di pulau Sumatera) pagi-pagi buta pergi ke tempat kerja pasti pernah merasa jengkel ketika kendaraan anda dipaksa berhenti oleh perlintasan kereta api. Biasanya anda mulai ngedumel, atau paling tidak mbathin dalam hati...”Kereta api bikin macet aja , mbok yaa jangan sering-sering lewat gitu loh..! ”

Apalagi kalau pintu perlintasannya sudah lama ditutup sekian menit tapi yang yang muncul cuma lokomotif alias kepala-nya saja. Wess…komplit sudah sumpah serapah anda…! 🙂

Memang tidak jarang perlintasan kereta api dituding sebagai biang kerok yang memperparah kemacetan lalu-lintas terutama di pagi hari saat orang-orang akan beraktivitas atau sore hari ketika akan pulang ke rumah masing-masing. Benarkah demikian?. Seberapa aman pengguna jalan raya ketika melewati pintu perlintasan kereta api? Mengapa sering terjadi kecelakaan di pintu perlintasan kereta api?

“Ayooo…, sambil meyeruputi teh hangat dan menikmati sarapan kita ngobrol-ngobrol tentang pintu perlintasan ini.Mudah-mudahan sampeyan dapat tercerahkan dan lebih eling lan waspodo saat melintasi pintu perlintasan kereta api ini…”

Dalam istilah persinyalan kereta api perpotongan antara jalan raya dan jalur (trek) perlintasan kereta api dinamakan Level Crossing (biasa disingkat dengan LX) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan perlintasan sebidang. Namun masyarakat banyak sering menyebutnya dengan istilah pintu perlintasan kereta api saja.

Level Crossing adalah sebuah fasilitas proteksi yang biasanya di bangun dengan tujuan untuk mengatur keselamatan perjalanan kereta api dari potensi konflik (tumburan) antara kereta api dengan pengguna jalan raya.

Apabila Level Crossing berada dalam ruang lingkup stasiun, sistem interlocking akan memproteksi pergerakan kereta api dari stasiun ketika akan melewati perlintasan sebidang. Jika Level Crossing berada pada petak blok (block section) sistem persinyalan independen khusus akan disediakan pada kedua sisi pintu perlintasan.

Sistem ini biasanya terdiri dari wheel sensor berupa sensor yang menggunakan teknik induksi elektromagnetik , Level Crossing Controller, Control Panel, Flashing Light, Warning Tone dan Gate (Barrier atau Boom Gate). Level Crossing Controller biasanya dikategorikan sebagai vital system yang harus memenuhi kriteria sebagai Safety Critical System.

Vendor yang memproduksi wheel sensor dan Level Crossing Controller ini antara lain Siemens, Frauscher, Altpro dan lain-lain. Pada kesempatan mendatang akan dibahas mengenai penjelasan detail mengenai produk-produk Level Crossing ini .

Pintu Level Crossing terdiri dari beberapa macam diantaranya :

1. Pintu dengan penjagaan manusia yang terhubung dengan sistem persinyalan interlocking.

Pada jenis ini petugas pintu perlintasan akan diberikan alarm apabila ada kereta yang akan masuk atau keluar stasiun yang terdeteksi oleh interlocking. Interlocking tidak akan dapat melakukan set route yang akan memberikan sinyal aman pada kereta api apabila petugas pintu perlintasan belum menutup pintu perlintasan dan memberikan acknowledge kepada interlocking. Sinyal kereta api yang akan melewati Level Crossing diberikan pula melalui genta dan/atau telepon KA dan/atau radio telekomunikasi.

2. Pintu dengan penjagaan manusia dan tidak terhubung dengan sistem dengan persinyalan interlocking

Pada Level Crossing ini kontrol dilakukan secara independen oleh Level Crossing Controller. Sinyal kereta yang akan melewati Level Crossing diberikan melalui genta dan/atau telepon KA dan/atau radio telekomunikasi.

3. Level Crossing yang tidak dijaga oleh manusia baik Level Crossing otomatis ataupun yang sama sekali tanpa penjagaan.

Untuk kondisi Level Crossing yang ada di Indonesia biasanya berupa pintu perlintasan semi otomatis yang dijaga oleh manusia baik yang terhubung dengan sistem interlocking atau pun yang mempunyai sistem controller independen. Pada beberapa tempat masih ada pintu yang tanpa penjagaan atau dijaga sekedarnya secara swadaya oleh warga setempat. Hal ini dapat disebabkan oleh keterbatasan dana pembangunan pintu perlintasan atau memang keberadaan jalan raya atau jalan desa yang baru ada belakangan.

Pintu perlintasan diklasifikasikan pula sebagai kelas ‘khusus’, Kelas ‘A’, kelas ‘B’ dan kelas ‘C’. Klasifikasi pintu perlintasan ini dilakukan atas konsultasi dengan otoritas jalan raya berdasarkan pada kelas dari jalan raya, kondisi jarak pandang, volume kendaraan yang melintasi level crossing dan jumlah kereta api yang melintasi Level Crossing. Penjelasan lebih jauh mengenai klasifikasi ini bisa anda cari sendiri melalui oom Google.

Dalam sebuah Level Crossing prioritas tertinggi diberikan kepada kereta api. Kereta api yang mempunyai massa yang besar mempunyai momentum yang besar dan membutuhkan jarak pengereman yang relatif panjang daripada kendaraan yang berada pada jalan raya. Kereta api tidak dapat melakukan pengereman tiba-tiba sehingga kendaraan pada jalan raya dan pedestrian harus menunggu dan memberikan prioritas kepada kereta api ketika kereta api akan melintas.

Kecelakaan yang seringkali terjadi pada area Level Crossing seringkali disebabkan oleh pengguna jalan raya yang kurang sabar menunggu dan menerobos pintu perlintasan. Pengendara sepeda motor yang tidak sabar sering mencoba menerobos pintu perlintasan dengan cara mengangkat gate barrier dari level crossing yang memang didesain bukan dari bahan yang kuat karena memang prioritas utama adalah mengamankan perjalanan kereta api. Keselamatan pengguna jalan raya adalah tanggung jawab dari pengguna jalan raya sendiri.

Oke mas…, mbak….,demikian pembahasan mengenai Level Crossing ini, yang patut diingat adalah sampeyan harus selalu waspada apabila melintas di Level Crossing. Jangan lengah atau coba-coba towal-towel gate barrier buat menerobos…ingat keselamatan jiwa anda sendiri karena jika terjadi kecelakaan anda tidak mungkin menekan tombol undo atau ctrl-z seperti pada games komputer :).

Sebagai bonus saya haturkan tiga file mp3 gratis buatan saya sendiri yang berisi Warning Tone Level Crossing yang barangkali saja bisa dijadikan ring tone handphone anda atau mungkin anda sedang mencari-cari nya untuk digunakan pada proyek elektronika anda. Selamat menikmati.

Berlangganan Email dan Download mp3 Level Crossing Warning Tones


Referensi :
www.wikipedia.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *