Kecerobohan Berbahaya Komunikasi Blok Penyebab Petaka di Italia

ItayTrainCrash
Seiring dengan terjadinya ‘kudeta militer yang gagal’ di Turki, sekitar dua minggu yang lalu ada berita lain yang menjadi viral di jagad maya yaitu terjadinya head to head collision (tumburan) antara dua kereta yang melintas di salah satu negara di kawasan Eropa yang seringkali dipandang maju teknologi perkeretaapiannya yaitu Italia.

Pada hari Selasa pagi sekitar pukul 11.38 waktu lokal setempat atau jam 09.38 UTC kereta api ET1023 yang melayani rute Barletta-Bari dan kereta api ET1018 yang melayani rute sebaliknya dengan kecepatan 100 km/jam atau 62 mph bertabrakan pada petak blok antara stasiun Andria dan Corato 6 kilometer dari stasiun Andria pada wilayah perkebunan zaitun. Pihak berwenang setempat menyatakan bahwa akibat kecelakaan tersebut 23 orang penumpang dan 2 masinis meninggal dunia, 54 orang luka-luka, dan 4 orang dinyatakan hilang.

Petak blok antara stasiun Andria dan Corato memang salah satu petak jalur single track pada koridor Barletta-Bari. Kecelakaan terjadi pada tikungan (curve) sehingga masing-masing kereta tidak mendapatkan jarak pandang yang cukup sehingga dapat melakukan pengereman darurat. Cuaca pada saat terjadinya kecelakaan dilaporkan panas, cerah dengan temperatur mencapai 40 derajat celcius (atau sekitar 104 derajat Fahrenheit).

lineare_orizzontale_barletta_bari_ribaltata

Kereta ET1018 adalah kereta buatan Stadler Train, Swiss berjenis FLIRT (Fast Light Innovative Regional Train) ETR340 sedangkan kereta ET1023 adalah kereta buatan Alstom Coradia tipe ELT200 melaju dengan digerakan oleh arus DC bertegangan 3.000 Volt melalui jaringan atas. Sistem persinyalan digunakan pada stasiun Andria dan Corato adalah persinyalan dengan menggunakan Telephonic Block Signalling yang tidak memiliki sistem otomasi sama sekali.

Pada petak blok single track antara Andria dan Corato hanya diperbolehkan ditempati oleh satu kereta pada satu waktu. Pada sistem Telephonic Block Signalling safety hanya mengandalkan panggilan telepon antara Station Master pada masing-masing stasiun dan masinis yang berada pada kereta. Izin keberangkatan kereta akan diberikan pada masinis apabila Station Master telah memastikan bahwa kereta api yang tengah melaju pada petak blok telah sampai pada stasiun yang bersangkutan dan petak blok telah dinyatakan ‘clear’.

Sebenarnya pada era 1990-an sebagian jalur kereta api di Italia telah di-upgrade menjadi double track namun ada beberapa petak blok yang masih mempunyai petak blok single track. Uni Eropa sendiri telah mendanai modernisasi sistem persinyalan di Italia untuk jalur ini sejak tahun 2012 namun sampai terjadinya kecelakaan ini masih dalam perkembangannya masih pada tahapan tender.

Penyelidikan penyebab kecelakaan dilakukan oleh Badan Nasional Keselamatan Perkeretaapian Italia ANSF (Agenzia Nazionale per la Sicurezza delle Ferrovie). ANSF menyatakan bahwa perkiraan awal penyebab kecelakaan ini difokuskan pada kemungkinan kesalahan Station Master Andria, Vito Piccarreta yang telah memberikan izin keberangkatan kepada ET1023 ke arah Bari padahal kereta ET1018 baru saja diberangkatkan dari stasiun Corota dan sedang berada di petak blok. Berdasarkan Tabel Waktu Perjalanan Kereta Api (Train Time Table), seharusnya kedua kereta bersilangan di stasiun Andria pada sekitar pukul 11.37 atau 11.38 waktu setempat.

Bari-Barletta Time Table
Bari-Barletta Time Table

Piccaretta yang telah mengantongi pengalaman bertugas selama 24 tahun mengatakan pada media Italia bahwa ia telah membiarkan kereta berangkat, dan hanya ia yang memberikan sinyal keberangkatan kereta ET1023. Namun Picarretta bersikukuh bahwa bukan hanya dia saja yang harus menanggung akibat dari kecelakaan ini namun semua orang menyalahkannya, sedangkan Piccarreta sendiri menganggap bahwa dirinya sendiri adalah korban.

Sumber lain mengatakan bahwa pada saat itu ada kereta lain yang datang terlambat dari Corota ke arah Andria sebelum ET1018 yang disinyalir disalahartikan sebagai kereta ET1018 oleh Stasiun Master Andria. Sampai saat ini penyelidikan dititikberatkan pada sistem persinyalan dan masing-masing Station Master Andria dan Corota yang dianggap bertanggung jawab penuh atas terjadinya kecelakaan.

Terlepas dari bagaimana dari hasil penyelidikan akhir ANSF pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian ini untuk sistem persinyalan kita sendiri adalah bahwa Human Factor sangat berpengaruh pada Reliability, Availability, Maintainability terutama Safety. Faktor kelelahan dan kealpaan manusia dapat menyebabkan malapetaka besar pada manusia dan infrastruktur. Otomatisasi yang mumpuni seharusnya dapat mengurangi peluang dari kecelakaan tersebut.

Keterlambatan pembangunan infrastruktur teknologi persinyalan yang kurang mengimbangi headway dan kecepatan kereta api mempunyai juga mempuyai andil secara tidak langsung pada terjadinya musibah. Turut berduka…

Referensi :

BBC World News
www.ferrovienordbarese.it
www.wikipedia.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *