IoT, Internet of Trains (Bagian 2 – Tamat)

iotraininvMari kita lanjutkan pembahasan kita tentang Internet of Trains ini…

Dari Reactive Maintenance ke Predictive Maintenance

Agar sebuah sistem perkeretaapian baik persinyalan, mekanis dan telekomunikasi dapat selalu melayani para pengguna jasanya dengan baik maka sistem tersebut harus memiliki ketersediaan (Availability) yang tinggi. Selain menggunakan suku cadang yang memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi perawatan (maintenance) pun harus senantiasa dilakukan secara terjadwal.

Bagi operator kereta api yang terbiasa melakukan perawatan (baca : perbaikan) pada peralatan yang terinstalasi pada sistem ketika sistem tersebut mengalami kerusakan disebut dengan reactive maintenance yang mana sistem ini biasa digunakan pada sistem perkeretaapian yang mengelola manajemen operasi-nya dengan event based management.

Reactive Maintenance biasanya dipandang seolah-olah ‘menguntungkan’ karena action dilakukan sangat minimal dan hanya dlakukan ketika terjadi permasalahan atau kerusakan. Padahal apabila dikaji lebih detail maka kerugian yang terjadi akibat delay misalnya akan lebih besar. Apalagi apabila kerusakan yang terjadi adalah kerusakan parah apalagi yang mengakibatkan kecelakaan katastropik yang tentu saja butuh waktu yang cukup lama untuk pemulihannya yang akibatnya kerugian pun akan lebih besar.

Pilihan untuk melakukan Predictive Maintenance adalah dengan melakukan diagnosis dini terhadap seluruh infrastruktur perkeretaapian agar kerusakan kecil dapat terdeteksi sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum merambat menjadi permasalahan yang besar. Keterlibatan sensor-sensor pada setiap titik infrastruktur yang diprediksikan memiliki risiko yang besar dapat dijadikan sebagai masukan yang dapat diolah pada sistem Internet of Things.

Continue reading “IoT, Internet of Trains (Bagian 2 – Tamat)”

IoT, Internet of Trains (Bagian 1)

iotrainIstilah Internet of Things (IoT) –yang menjadi salah satu concern Blog tersayang ini — adalah sebuah konsep untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus dengan menghubungkannya dengan benda-beda di dunia nyata. Aplikasi Internet of Things mencakup seluruh aspek kehidupan manusia secara luas.

Hari ini kita dapat memperoleh begitu berlimpahnya data yang dapat kita akses dari internet. Namun data-data tersebut adalah data yang memerlukan intervensi manusia untuk meng-update-nya.Dalam konsep IoT peralatan-peralatan yang terkoneksi dengan internet-lah yang dapat memberikan update data dan sekaligus dapat pula dikontrol melalui jalur internet secara remote.

Praktisnya, semua peralatan termasuk didalamnya peralatan rumah tangga, sistem transportasi, alat-alat kesehatan, instrumentasi industri, jam tangan bahkan mungkin pakaian kita akan memiliki IP address dan terkoneksi dengan internet.

Untuk apa?

Harapan positif dari perkembangan Internet of Things adalah agar tata kehidupan manusia akan menjadi lebih mudah, lebih nyaman, lebih aman, lebih teratur, lebih sehat dan seabrek hal-hal yang baik lainnya.

Lalu apa hubungannya dengan perkeretaapian?

Well, sambil menikmati minuman hangat dalam hujan yang senantiasa ‘keukeuh’ tidak berhenti ini kita akan membahas mengenai korelasi antara Internet of Things dengan Perkeretaapian.

Sebelum bercerita lebih jauh, saya mau berpesan bahwa artikel ini adalah gagasan umum mengenai aplikasi Internet of Things dalam perkeretaapian yang mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi dan mencerahkan…

Continue reading “IoT, Internet of Trains (Bagian 1)”

Train Detection-Menguak Prinsip Kerja nan Menarik Counting Head Axle Counter

Jerman 048Kalau kita ngomong-ngomong tentang sistem persinyalan elektrik, salah satu input informasi agar interlocking dapat memproses sebuah keputusan adalah informasi track section. Track section adalah segmen yang membagi track atau emplacement menjadi beberapa bagian sehingga posisi dan keberadaan kereta api dapat diketahui. Sistem yang diperlukan untuk membaca keberadaan kereta api tersebut dinamakan train detection system.

Nah..,train detection system sendiri ada yang menggunakan track circuit, ada juga yang menggunakan axle counter. Axle counter sendiri dibangun dari beberapa counting head yang bertindak sebagai sensor atau detector dan Evaluation Computer sering disebut juga dengan Evaluator. Counting head pada axle counter ada yang berjenis wheel sensor dan ada juga yang berjenis flange detector. Pada artikel kali ini yang akan dibahas adalah tipe wheel detector yang sebenarnya prinsip kerjanya tidak terlalu jauh dengan flange detector yang fokus mendeteksi lapisan tipis bagian dalam dari gandar (axle) roda kereta api.

Bagaimana sebenarnya prinsip kerja dasar dari wheel sensor ini….ayo…monggo di Senin pagi yang penuh semangat ini kita kupas semuanya…

Continue reading “Train Detection-Menguak Prinsip Kerja nan Menarik Counting Head Axle Counter”